JAKARTA – Rapat gabungan Kepolisian, TNI, jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara, INASGOC dan PLN menyepakati sebanyak 838 personel gabungan Kepolisian, TNI, Gulkarmat, Perhubungan dan Satpol PP disiagakan selama perhelatan Asian Games 2018. Selain venue pertandingan, venue latihan dan tempat penginapan, pengamanan juga meliputi tiga jembatan penyeberangan orang (JPO).
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Reza Arief Dewanto mengatakan, pengamanan difokuskan mengantisipasi kejahatan jalanan, serangan teror dan kemacetan. Dari pendataan lapangan, penjagaan akan dilakukan terhadap venue layar, venue jetski, venue eSport, venue latihan, wisma atlet dan hotel penginapan atlet di Ancol.
"Jumlah personel itu belum ditambah yang dari Mabes. Selain itu kami juga akan melakukan penjagaan tiga JPO," ujarnya, Kamis (9/8/2018).
(Baca: Lepas Atlet Asian Games 2018, Jokowi Ingatkan Target Harus Dicapai)
Reza menjelaskan, ketiga JPO yang akan dijaga yakni JPO di Jalan Yos Sudarso, RE Martadinata, dan di daerah kawasan Kemayoran. Penjagaan setiap JPO akan melibatkan sebanyak 10 personel.
"Saat ada rombongan Asian Games melintas, JPO akan disterilkan. Tapi di antara semua yang paling kami antisipasi kerawanan kemacetan," katanya.
(Baca: Obor Asian Games 2018 Tiba di Tanah Jawara Banten)
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Benhard Hutajulu mengatakan, pihaknya bersama Satwil Lantas Jakut terus mengupayakan kelancaran lalu lintas. Ia menerangkan, seperti penerapan aturan ganjil genap di Jalan Benyamin Suaeb sudah menunjukkan hasil lalu lintas lebih lancar belakangan ini 10-20 persen.
"Coba kita lihat Jalan Yos Sudarso, Benyamin Suaeb dan RE Martadinata lebih lancar. Evaluasi penutupan pintu tol Podomoro dan Ancol Barat, tidak jadi permanen, tergantung kebutuhan saja," tandasnya. (yahya/ys)
