ootball5star.com, Indonesia – Liverpool resmi memiliki rekrutan baru walau jendela transfer sudah ditutup. Adalah Dane Thomas Gronnemark, pelatih spesialis lemparan ke dalam, yang akhirnya direkrut permanen oleh Juergen Klopp. Gronnemark sendiri sudah melatih tim utama Liverpool sejak pra-musim lalu dan baru direkrut permanen kemarin (26/8).
Awalnya, Gronnemark dilibatkan di sesi pra-musim Liverpool untuk membantu meminimalisir kelemahan The Reds dalam set-piece. Utamanya, di skema lemparan ke dalam. Para bek sayap Liverpool banyak dilibatkan di sesi ini yakni Trent-Alexander Arnold, Alberto Moreno, Andrew Robertson, hingga Nathaniel Clyne. Selain bek sayap, Georginio Wijnaldum, James Milner, dan Sadio Mane juga dilibatkan di sesi ini.
Gronnemark sendiri sudah terkenal dengan konsep "Long Throw Academy"-nya. Sebelum di Liverpool, pria Denmark ini pernah bekerja di FC Midtjylland dan dua peserta Bundesliga, Schalke dan Hertha Berlin. Tapi di Liverpool, dia tidak akan mengasah kemampuan lemparan ke dalam dengan daya jangkau yang jauh.
Sejak akhir musim kemarin, Klopp menganalisis bahwa lemparan ke dalam adalah sesuatu yang perlu diperhatikan oleh skuatnya. Dari satu pertandingan, Liverpool akan mendapat 50 lemparan ke dalam. Maka dari itu, pelatih asal Jerman ini ingin memanfaatkan skema lemparan ke dalam dengan maksimal.
Selain itu, Januari 2017 lalu Klopp juga pernah mengeluhkan bagaimana timnya masih kesulitan mengantisipasi skema lemparan ke dalam yang diterapkan oleh lawan.
"Kami mencetak dua gol di satu laga, tapi kemudian pertahanan kami tidak melakukan tugas dengan baik karena kebobolan lebih banyak. Di Januari (2017), kami banyak sekali kebobolan dari skema-skema bola mati. Pengaruh dari lemparan dalam yang dilakukan lawan juga sangat besar. Hal itu terjadi karena kami sama sekali tidak siap mengantisipasinya," ujar Klopp dikutip dari Football365.
Kedatangan Gronnemark sendiri tentunya akan dimanfaatkan eks pelatih Borussia Dortmund itu. Liverpool kini bertengger di puncak klasemen Premier League 2018/2019 setelah tiga pekan. The Reds menyapu bersih tiga kemenangan dan belum kebobolan sama sekali.
