Berita Seputar Teknologi, Kesehatan dan Olah Raga

Pages

Perdalam Industri Manufaktur, Investasi Korsel ke Indonesia Dikerek

loading…

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan investasi Korea Selatan (Korsel) di Indonesia, terutama untuk sektor industri. Ini merupakan langkah strategis dalam upaya memperdalam struktur manufaktur nasional agar lebih berdaya saing di kancah global. Guna menarik penanaman modal tersebut, Pemerintah Indonesia telah bertekad menciptakan iklim bisnis yang kondusif serta memberi kemudahan dalam perizinan usaha.

"Saat ini, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan berada di level baru. Korea punya peran di industri baja yang disebut mother of industry yang memperdalam struktur industri otomotif. Investasi Korea Selatan sudah membuka satu juta lapangan kerja di Indonesia. Kami berharap, jumlah ini meningkat dua kali lipat pada 2024," ucap Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta.

Menurutnya Korea Selatan konsisten menjadi investor kelima terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir melalui berbagai investasi di sektor manufaktur dasar seperti industri baja dan petrokimia. "Di sektor baja, kita mengenal perusahaan POSCO, lalu Lotte Chemical Indonesia sebagai pemain petrokimia serta ada juga industri ban Hankook," ungkapnya.

Baca Juga:

Melalui penguatan kemitraan Indonesia-Korea Selatan, Airlangga meyakini, akan dapat saling menguntungkan bagi kedua negara. "Potensi perdagangan kedua negara sangat besar," imbuhnya.

Pada tahun 2017, neraca perdagangan RI-Korsel mengalami surplus sebesar USD78 juta dari total nilai perdagangan yang mencapai USD17 miliar. Diproyeksi, nilai perdagangan kedua negara semakin meningkat dengan target sebesar USD30 miliar tahun 2022. "Kami juga harapkan terjadi pertumbuhan investasi di sektor permesinan, karet, kayu, dan elektronik dari Korea Selatan di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia menyakini hal ini akan membawa efek berantai yang luas bagi ekonomi nasional, baik melalui peningkatan pada nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga penerimaan devisa dari ekspor.

Airlangga menujukkan study McKinsey, bahwa pada tahun 2025 terdapat peluang dari sektor ekonomi digital sebesar USD150 miliar bagi Indonesia yang akan mempekerjakan lebih dari 10 juta tenaga kerja, empat juta di antaranya adalah pekerja dari sektor industri. "Kami sudah berkomitmen dengan Korea Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (Kocham), bahwa dari empat juta tenaga kerja sektor industri, dua juta dari investasi Korea Selatan," tuturnya.

(akr)

Sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/1382592/34/perdalam-industri-manufaktur-investasi-korsel-ke-indonesia-dikerek-1551279588


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
KODE DFP 2
KODE DFP 2