loading…
Awal perdagangan, IHSG dibuka mempertahankan level 6.500, dengan naik tipis 6,11 poin atau 0,09% ke level 6.515,56. Namun tidak berlangsung lama, indeks rontok dan pada sesi I perdagangan turun 30,47 poin atau 0,47% ke level 6.478,98. Selasa ini, IHSG bergerak di 6.473,29-6.522,20.
Tujuh dari 10 indeks sektoral memerah sehingga menekan IHSG, dimana empat diantaranya jatuh sekira 1%. Aneka industri dan industri dasar terkoreksi masing-masing -1,10%, manufaktur -1,04%, dan konsumer -1,00%.
Baca Juga:
Dari 585 saham yang diperdagangkan, 223 tertekan, 150 stagnan, dan 212 menguat. Nilai transaksi saham sebesar Rp9,24 triliun dari 19,45 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp170,45 miliar, dengan aksi beli asing Rp2,99 triliun melawan aksi jual asing Rp2,82 triliun.
Diutarakan di atas, bursa saham Asia menanti pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed. “Pasar akan melihat apakah ada perubahan signifikan dalam dot plot (perkiraan suku bunga The Fed). The Fed sepertinya akan mempertahankan suku bunga dengan lebih lama,” kata David Mann, kepala ekonom global di Standard Chartered.
Investor di pasar saham ebih suka jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga. Pasalnya, saham adalah instrumen yang bekerja optimal di lingkungan suku bunga rendah. Dan pelaku pasar selalu khawatir jelang rapat The Fed, karena kenaikan suku bunga akan mengurangi selera pelaku pasar.
Melansir dari CNBC, Selasa (19/3/2019), bursa saham China ditutup bervariasi, dengan Shanghai tergelincir 0,18% menjadi 3.090,98. Shenzhen naik 0,17% menjadi 1.688,76, dan Hang Seng Hong Kong naik 0,19% ke level 29.466,28.
Nikkei 225 Jepang ditutup melemah ke level 21.566,85, dan Topix menurun 0,21% ke level 1.610,23. Bursa Korea Selatan, Kospi ditutup lebih rendah ke posisi 2.177,62. Dan ASC Australia melemah ke level 6.184,80.
(ven)
Sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/1388135/178/ihsg-dan-bursa-asia-kompak-melemah-menjelang-pertemuan-the-fed-1552988589
