Berita Seputar Teknologi, Kesehatan dan Olah Raga

Pages

Pengamat Pendidikan: Ujian Nasional Bukan Tolok Ukur Keberhasilan Siswa

KIBLAT.NET, Jakarta – Ujian Nasional (UN) hari ini menjadi tolok ukur keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Padahal, menilai kemajuan hasil belajar peserta didik tidak cukup dilihat dari hasil UN semata. Pengamat pendidikan Ena Nurjanah menilai tidak ada alasan yang signifikan bahwa UN merupakan satu-satunya parameter terbaik untuk mengukur keberhasilan belajar siswa.

"Hasil belajar sangat ditentukan dari prosesnya. Proses pendidikan yang mengedepankan pendekatan berbagai keilmuan, terutama ilmu tentang pendidikan bagi anak, bagaimana menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri anak itu sendiri, bagaimana mengajarkan anak berpikir analitis dan bukan sekedar menghapal bahan pelajaran," kata Ena dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Selasa (19/03/2019).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Generasi tersebut memandang bahwa ketika setiap tahapan diabaikan dari prosesnya maka kita hanya membuang waktu saja. Padahal, waktu anak-anak sudah tersita banyak untuk hadir di sekolah. Dengan demikian, menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjadikan waktu sekolah adalah waktu  terbaik bagi anak untuk menuntut ilmu.

"Disinilah terlihat peran guru yang besar bagi siswa didik. Oleh karena itu, kapasitas guru harus terus ditingkatkan  agar mampu menjadi pendidik terbaik bagi siswa didiknya," ujar Ena.

Pada akhirnya, Ena melanjutkan, tidak perlu lagi harus memaksakan adanya UN, karena hanya menilai beberapa mata pelajaran dan sekaligus hanya memberi ruang emas bagi anak-anak yang memiliki kecerdasan intelegensi, sedang anak-anak dengan kecerdasan lain seperti kecerdasan kinestetik, kecerdasan seni, kecerdasan bahasa, dan lainnya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan bagi capaian hasil UN mereka.

"Sudah saatnya menghentikan penyeragaman kemampuan anak dengan menganulir semua keragaman potensi yang anak miliki, keragaman wilayah, keragaman ketersediaan sarana prasarana," jelasnya.

Jika tujuan UN untuk melihat mutu pendidikan setiap sekolah, maka menurut hemat Ena UN tidak perlu menjadi penentu kelulusan bagi siswa. Cukuplah hasil UN menjadi domain kebutuhan pemerintah untuk secara jujur mengakui kemampuan setiap sekolah. Pemerintah juga tidak perlu menyalahkan pihak guru ataupun sekolah atas kegagalan yang terjadi. Fungsi UN hanya sebatas bahan evaluasi bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

"Bertahun tahun kita mengadakan UN dan hasilnya hingga kini Indonesia masih tetap saja tertinggal dari negara-negara lain bahkan dengan negara-negara di wilayah asia tenggara. Jadi memang sudah saatnya UN dikritisi secara total," tegasnya.

"Jika jelas-jelas tidak memberikan hasil yang signifikan, mengapa harus tetap memaksakan UN yang sarat dengan berbagai persoalan di lapangan," tandasnya.

Sebelumnya, dalam debat Pilpres 2019 sesi ketiga yang mempertemukan antar Cawapres pada Minggu (17/03/2019), Cawapres no urut 02 Sandiaga Uno menyampaikan apabila Prabowo-Sandi terpilih maka sistem Ujian Nasional (UN) akan ditiadakan.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan

Sumber: https://www.kiblat.net/2019/03/20/pengamat-pendidikan-ujian-nasional-bukan-tolok-ukur-keberhasilan-siswa/


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
KODE DFP 2
KODE DFP 2