loading…
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Luky Alfirman menerangkan, realisasi pendapatan negara Maret 2019 sebesar Rp350,1 triliun. Angka ini setara dengan 16,2% dari total target pendapatan yang sebesar Rp2.165.111,8 miliar. Angka ini juga tumbuh 4,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
“Realisasi pendapatan penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) masing-masing sudah sebesar Rp279,9 triliun dan Rp70 triliun. Sementara itu untuk hibah, pada bulan lalu sudah mencapai Rp62,7 triliun,” jelasnya di Jakarta, Senin (22/4/2019).
Baca Juga:
Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp452,1 triliun atau sudah 18,4% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh sebesar 7,7% dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp419,6 triliun.
Adapun untuk realisasi pembiayaan anggaran hingga Maret 2019 tercatat sebesar Rp177,4 triliun atau mencapai 59,9% dari pagu APBN 2019. Pembiayaan ini tumbuh 16,6% dari periode tahun lalu yang sebesar Rp152,2 triliun.
Secara rinci, untuk pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp279,9 triliun atau sudah mencapai 15,7% dari target. Angka ini tumbuh 6,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp262,4 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja negara yang sebesar Rp452,1 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp260,7 triliun atau sudah 16% dari pagu APBN 2019. Realisasi ini tumbuh 11,4% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018.
Kemudian dari realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mencapai Rp191,3 triliun atau sudah 23,1% dari pagu APBN 2019. Angka ini tumbuh sebesar 3,1% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018.
(akr)
Sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/1397902/33/defisit-apbn-hingga-maret-2019-capai-rp102-triliun-1555930224
