loading…
“Surplus 0,21 miliar, konsesus banyak orang defisit. Alhamdullilah, Mei mengalami surplus meskipun hanya USD0,21 miliar. Ini memberikan sinyal positif,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin (24/5/2019).
Namun, BPS mencatat, untuk periode Januari-Mei 2019, neraca perdagangan nasional masih mengalami defisit sebesar USD2,14 miliar. Namun, menurut Suhariyanto, pemerintah masih berkesempatan memperbaki neraca perdagangan ke depannya. “Selama Januari sampai April ini 2019 mengalami defisit USD2,14 miliar, karena migas masih defisit,” jelasnya.
Baca Juga:
Dia pun menyarankan agar pemerintah terus berupaya memperbaiki neraca dagang agar secara keseluruhan tahun 2019 ini mencatatkan surplus. Salah satunya, kata dia, menggenjot ekspor dengan memingkatkan hilirisasi agar ekspor Indonesia tidak hanya bergantung pada komoditas.
“Kita masih punya banyak pekerjaan rumah untuk neraca dagang, yakni menggenjot ekspor. Supaya ekspor kita enggak hanya berbasis komoditas, hilirisasi produk dan perlu agar ekspor kita lebih kompetitif. Selain itu perbaikan logistik juga perlu supaya bisa mengendalikan impor lebih mudah,” tandasnya.
(fjo)
Sumber: https://ekbis.sindonews.com/read/1414181/33/neraca-dagang-mei-surplus-tipis-usd021-miliar-1561352758
