loading…
Ferdinandus menilai perilaku radikalisme itu sudah mengakar ke seluruh lapisan masyarakat. Salah satu indikasinya banyak anak muda yang tidak bisa menerima pendapat yang berbeda.
“Cukup banyak anak muda yang terpapar radikalisme. Ketika melihat golongan mereka merasa tidak nyaman. Kita tidak ingin ketika berbeda pendapat atau pandangan jadi bermusuhan,” ujar Ferdinandus saat menghadiri diskusi MNC Trijaya bertajuk ‘Enzo, Pemuda dan Kemerdekaan’ di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).
Baca Juga:
Oleh karena itulah, pihaknya telah memblokir 11.800 website yang berkonten radikalisme. Pemblokiran itu dilakukan sejak 2009 lalu. “Total yang diblokir udah lebih dari 11.800 website yang berkonten radikalisme sejak 2009,” ungkapnya.
Selain itu, tak bisa dipungkiri memang, kata Ferdinandus, kehidupan di dunia nyata sudah sangat bergantung kepada sosial media. Oleh sebab itu, tak hanya memblokir website pihaknya sekarang sedang gencar memberi edukasi ke seluruh daerah di Indonesia ihwal tata cara penggunaan internet secara baik dan benar.
“Setiap hari selalu datang untuk, menggunakan internet secara baik dan benar. Anak muda sudah tidak bisa dijauhkan dari internet,” tuturnya.
(pur)
Sumber: https://nasional.sindonews.com/read/1428652/14/kemenkominfo-blokir-11800-website-berkonten-radikalisme-1565432990
