MEMALUKAN! Diliput Media Internasional, Padamnya Listrik di Indonesia Jadi Perhatian Dunia
Sejumlah media asing menyoroti pemadaman listrik yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Pemadaman listrik terjadi …
read more [ portal-islam.id ] Senin, Agustus 05, 2019 berita nasional
***
Rugikan 21,3 Juta Pelanggan Karena Listrik Padam, PLN Salahkan Pohon Sengon
PT PLN (Persero) mengungkap penyebab matinya listrik yang melanda sejumlah wilayah Pulau Jawa pada Ahad, 4 Agustus …
read more [ portal-islam.id ] Senin, Agustus 05, 2019
***
Masyarakat Alami Kerugian Moril dan Materiil – DAMPAK PEMADAMAN LISTRIK PLN LEBIH 6 JAM
Oleh: Firdaus Baderi Senin, 05/08/2019
Jakarta-Ribuan orang menderita kerugian moril maupun materiil akibat pemadaman listrik PLN yang terjadi di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Karena mereka menjadi "korban" saat berada KRL, MRT dan kereta jarak jauh sehingga terhambat perjalanannya. Begitu juga masyarakat lainnya tidak dapat melakukan komunikasi HP, tak bisa transaksi ATM, tak dapat memesan order ojek online yang berdampak kerugian finansial mereka. Sementara itu, pihak PLN akan menginvestigasi secara internal kejadianlistrik padam di DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah, Minggu (4/8). Investigasi akan melibatkan pihak independen.
NERACA
Menurut Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis, Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus memberikan ganti rugi kepada masyarakat sebagai konsumen terkait pemadaman listrik di beberapa wilayah Indonesia.
Ali menuturkan, ganti rugi bukan tanpa dasar. Karena berdasarkan ketentuan di dalam UU No 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan terkait hak dan kewajiban konsumen, jelas disebutkan di dalam Pasal 29 ayat 1 huruf e mendapat ganti rugi, apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik jo UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen
"Dengan terjadinya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN di berbagai wilayah khususnya Jakarta, maka masyarakat dalam hal ini sebagai konsumen telah mengalami kerugian secara sepihak, Belum lagi para pelaku usaha, perbankan dan lain – lain," ujar Ali seperti dikutip laman harianterbit.com di Jakarta, kemarin.
Menurut Ali, terkait permasalahan ini sudah sepatutnya pihak PLN melakukan penggantian kerugian yang dialami oleh pelanggannya dalam hal ini masyarakat, para pelaku usaha sebagai konsumen, bentuk ganti rugi dapat dilakukan dengan berbagai cara sepanjang dapat di maklumi oleh masyarakat.
Pada bagian lain, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menginvestigasi secara internal kejadianlistrik padam di DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah, yang akan melibatkan pihak independen.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT PLN (persero) Sripeni Intan Cahyani mengatakan sebagai permulaan, pihaknya akan mencari penyebab gangguan sehingga menyebabkan listrik padam sejak siang hingga malam. Pencarian sebab gangguan ini akan dilakukan secara komprehensif. Sementara untuk investigasi akan ditunjuk tim independen sebagai pelaksananya.
Investigasi menyeluruh akan dilakukan karena dampak yang terjadi akibat listrik padam ini sangat luar biasa. "Dan kami ingin melakukan perbaikan secara signifikan pada sistem. Karena itu kami butuh masukan yang sifatnya independen dan komprehensif baik soal teknis dan sebagainya," ujar Cahyani.
Dia berharap investigasi tidak lama sehingga perbaikan bisa segera dilakukan secara menyeluruh. "Mudah-mudahan satu sampai tiga bulan kami dapat hasil komprehensif," ujarnya. ./ .neraca.co.id/
***
Senin, 05 Agustus 2019 BERITA NASIONAL
OOHHH… China Kuasai Proyek Listrik RI
[portal-islam.id] Meski Pemerintah Indonesia mengundang semua investor global untuk ikut mengerjakan mega proyek 35.000 megawatt, nyatanya mayoritas proyek dimenangkan perusahaan asal China.
Unit Percepatan Pembangunan Pengendalian Ketenagalistrikan Nasional (UPK3N) yang dibentuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendata, bahwa perusahaan yang sudah melakukan perjanjian jual beli ketenagalistrikan atau power purchase agrement (PPA) sekitar 14.500 MW didominasi perusahaan asal China.
Anggota UPK3N Agung Wicaksono menyebut penentuan investor ini merupakan kewenangan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), baik dalam melakukan lelang maupun penunjukan langsung. "Kami belum mengetahui detilnya," kata Agung kepada KONTAN, Rabu (13/1).
Dalam catatan KONTAN, beberapa proyek listrik yang digarap konsorsium China adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 berkapasitas 2 x 1.000 MW. Kemudian pembangkit ekspansi PLTU Cilacap 1×1000 MW, dan PLTU Kalimantan Barat 2 x 100 MW.
Agung menyebut, dari proses pelelangan yang dilakukan PLN banyak investor memilih tak ikut. Penyebabnya persyaratan dalam tender terlalu sulit dipenuhi. Misalnya, dana setoran jaminan yang cukup besar dan peserta tender wajib memasukan penjaminan 45 hari sebelum lelang.
"Ini membuat complain. Ada keluhan dari Pemerintah Jepang yang membuat perusahaan Jepang tidak sepakat dengan mekanisme lelang tersebut," kata Agung. Ini pula yang membuat perusahaan-perusahaan asal Jepang ogah investasi ketenagalistrikan yang kini digelar oleh PLN.
"Untuk lelang saat ini, Jepang banyak yang tidak mau ikut," tandasnya.
ESDM tak bisa campuri
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Alihuddin Sitompul mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri No 3 Tahun 2015 Tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batubara, PLTG atau PLTMG dan PLTA oleh PT PLN melalui pemilihan dan penunjukan langsung.
Karena itu, PLN bisa membuat mekanisme lelang sendiri. Pemerintah tidak bisa ikut campur dalam prosesnya. "Pemerintah tidak bisa mencampuri urusan lelang itu, kalau memang banyak pembangkit milik perusahaan China yang menang, kalau mereka berkompeten ya tidak apa-apa," katanya kepada KONTAN, Rabu (13/1).
Ia membenarkan ada beberapa perusahaan China yang mendominasi dalam PPA 14.500 MW. Tapi sayangnya ia enggan menjelaskan lebih rinci dengan alasan tidak mengetahui lebih detil. "Tanyakan ke PLN," katanya.
Ia berharap sisa proyek yakni sebesar 21.500 MW bisa diselesaikan perjanjian jual belinya pada tahun 2016 ini sehingga proyek listrik bisa selesai tahun 2019.
Sumber: kontan/ [portal-islam.id]
(nahimunkar.org)
Sumber: https://www.nahimunkar.org/mati-listrik-dalam-dua-hari-muncul-berita-begini/

