loading…
Setelah mendapat bye di babak pertama, Hendra/Ahsan yang menjadi unggulan keempat bertemu lawan berimbang di laga berikutnya. Di babak kedua, juara All England 2019 itu menumpas ganda kuat Belanda, Jelle Maas/Robin Tabeling dengan skor 21-13, 21-12 di St Jakobshalle, Basel, Swiss.
Kemenangan itu berlanjut di babak ketiga saat memulangkan ganda Skotlandia, Alexander Dunn/Adam Hall, juga dengan straight game 21-19, 21-16. Ganda unggulan ke-13, Liao Min Chun/Su Ching Heng menjadi korban kibasan raket Hendra/Ahsan dengan skor 21-17, 21-19.
Memasuki babak semifinal, tenaga Hendra/Ahsan dikuras saat bermain sengit tiga game melawan juniornya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Unggul pengalaman, Hendra/Ahsan membalas mengalahkan Fajar/Rian dengan skor 21-16, 15-21, 21-10.
Kemenangan itu memastikan juara New Zealand Open 2019 bentrok dengan ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di final. Duet unggulan 12 ini menjadi lawan sangat berat di final. Sebelum ke final, Takuro/Yugo membuat kejutan dengan menyikat juara bertahan asal China, Li Jun Hui/Liu Yu Chen di semifinal dengan skor 21-19, 21-19.
Terbukti, di final, Takuro/Yugo memberikan perlawanan habis-habisan. Di game pertama, Hendra/Ahsan selalu tertinggal dalam perolehan poin 12-13, 14-16, hingga mampu menyamakan 17-17. Pertarungan makin sengit ketika juara All England 2019 itu mampu merebut game pertama dengan skor 25-23.
Pada game kedua, Hendra/Ahsan tertinggal dalam perolehan angka yang sangat telak 3-5, 6-11, 7-14, hingga akhirnya kalah 9-21. Pada game penentuan, Hendra/Ahsan mengendalikan permainan dengan memimpin perolehan poin 7-5, 9-6, 11-9, -14-11, 15-12, 18-13, 21-15.
Hendra/Ahsan pun naik podium juara dunia setelah bertarung 1 jam 4 menit.
(aww)
Sumber: https://sports.sindonews.com/read/1433422/51/perjalanan-hendraahsan-menuju-podium-juara-dunia-2019-1566785661
