loading…
Menurut media pemerintah, People’s Daily, melaporkan pernikahan 11 orang anggota keluarga yang sama itu merupakan pernikahan palsu untuk penipuan. Aksi penipuan bermula ketika seorang pria bernama Pan Mouyong mendengar tentang skema kompensasi untuk pembongkaran rumah-rumah yang terkena proyek pembangunan pemerintah kota Lishui, provinsi Zhejiang timur.
Tawaran kompensasi itu berupa perumahan gratis. Tawaran itu bahkan berlaku bagi keluarga yang tidak memiliki bangunan rumah yang dibongkar untuk proyek pemerintah. Perumahan gratis itu berupa bangunan sederhana berukuran setidaknya 40 meter persegi.
Baca Juga:
Demi mengakses rumah gratis itu, Pan dengan cepat menikah lagi dengan mantan istrinya yang tinggal di desa, hanya untuk diceraikannya lagi enam hari kemudian.
Aksi Pan diikuti anggota keluarga lainnya. Pan juga menikahi saudara perempuannya, kemudian saudara iparnya. Ayah Pan dilaporkan menikahi beberapa kerabat, bahkan ibunya sendiri, dalam periode yang sama.
Setelah melakukan pernikahan, mereka mendaftar sebagai penduduk desa. Mereka lantas mengajukan gugatan cerai. Trik nikah dan cerai hingga 23 kali dalam dua minggu itu demi menciptakan lebih banyak penduduk dengan tujuan menikmati perumahan gratis lebih banyak.
Menurut laporan media setempat, Pan mendaftarkan tiga pernikahan di Kementerian Urusan Sipil tiga kali hanya dalam satu minggu.
Praktik penipuan itu terungkap Kamis lalu setelah komite yang mengawasi pembangunan mengajukan pengaduan ke polisi. Sebanyak 11 orang yang melakukan penipuan itu telah ditangkap.
Dari 11 orang itu, empat orang masih ditahan dan sisanya dibebaskan dengan jaminan. Pihak berwenang terus menyelidiki praktik pernikahan tipu-tipu tersebut.
CNN dalam laporannya hari Kamis (26/9/2019) mengklaim telah menghubungi departemen kepolisian Lishui dan lembaga pemerintah setempat untuk meminta komentar. Namun, mereka belum memberikan komentar.
China telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir dan merupakan hal biasa bagi desa-desa untuk dihancurkan demi proyek-proyek pembaruan perkotaan. Pada 2011, Dewan Negara mengeluarkan peraturan yang merinci bagaimana penduduk harus diberi kompensasi jika mereka diperintahkan untuk pindah.
Keberanian 11 anggota keluarga dalam melakukan penipuan itu dianggap para pengguna internet sebagai tindakan yang berani.
“Bahkan penulis skenario tidak akan berani membuat plot seperti ini,” tulis seorang pengguna Weibo.
“Jelas ada celah dalam sistem,” bunyi komentar pengguna media sosial yang lain. “Bisakah Anda menyalahkan keluarga karena tamak?,” imbuh seorang pengguna media sosial yang heran dengan praktik pernikahan palsu hingga puluhan kali.
(mas)
Sumber: https://international.sindonews.com/read/1443273/40/11-anggota-keluarga-china-nikahi-satu-sama-lain-hingga-23-kali-1569473645
