KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting dua proposal terkait kondisi Idlib, Suriah. Proposal pertama diajukan oleh Kuwait, Jerman dan Belgia, sementara proposal kedua diajukan Rusian dan China.
Berdasarkan informasi yang didapat AFP dari sumber diplomat PBB pada Rabu (18/09/2019), rancangan resolusi yang diajukan tiga negara itu berisi pemberlakuan "gencatan senjata langsung" di provinsi Idlib mulai Sabtu depan.
Rancangan resolusi yang berpotensi diveto oleh Rusia ini mengatakan bahwa gencatan senjata harus dimulai pada siang hari pada 21 September untuk "menghindari kerusakan lebih lanjut dari situasi yang sudah membawa bencana di Idlib."
Pemungutan suara pada draft resolusi ini dijadwalkan berlangsung pada pukul 19:00 GMT.
Rancangan resolusi telah dinegosiasikan sejak akhir Agustus tetapi masih menghadapi penolakan kuat dari Moskow, selaku anggota tetap DK PBB.
Rusia segera membuat proposal tandingan untuk menghadapi proposal ketiga negara tersebut. Propal Rusia ini mendapat dukungan dari China, yang juga diperkirakan akan divote pada Kamis.
Rancangan resolusi Rusia, yang diperoleh AFP, mengatakan bahwa pentingnya penghentian permusuhan segera untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dari situasi kemanusiaan yang sudah membawa bencana di provinsi Idlib, tetapi tidak menentukan kapan gencatan senjata akan berlaku.
Isi proposal Rusia itu juga menyertakan paragraf yang menyatakan bahwa "penghentian permusuhan tidak berlaku untuk operasi militer yang menargetkan individu, kelompok atau entitas yang terkait dengan kelompok teroris."
Sinyal ini tidak dapat diterima oleh orang Barat karena itu membuka pintu bagi interpretasi yang berbeda dan untuk penargetan yang berkelanjutan dari instalasi sipil.
Proposal Rusia kemungkinan tidak akan dapat memperoleh sembilan suara yang dibutuhkan untuk diadopsi di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 orang, dan kemungkinan akan menghadapi veto Amerika, Prancis, atau Inggris jika Rusia dapat mengumpulkan dukungan yang perlu diloloskan.
Peningkatan militer dan serangan Suriah dan Rusia di Idlib telah menewaskan hampir 1.000 warga sipil, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serta perpindahan lebih dari 400 ribu orang ke daerah-daerah yang tidak tercakup oleh pemboman dekat perbatasan Turki, menurut PBB.
PBB telah memperingatkan selama berminggu-minggu tentang situasi kemanusiaan yang memburuk di provinsi itu, tempat sekitar 3 juta orang, termasuk 1 juta anak, hidup.
Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi
Sumber: https://www.kiblat.net/2019/09/19/dk-pbb-akan-voting-dua-proposal-terkait-idlib/
