Berita Seputar Teknologi, Kesehatan dan Olah Raga

Pages

Gadis Delapan Tahun Tewas Ditembak Peluru Nyasar Polisi, Ratusan Warga Turun Ke Jalan

KIBLAT.NET, Rio de Janeiro – Demonstrasi meletus di Rio de Janeiro setelah seorang gadis berusia delapan tahun ditembak mati oleh polisi.

Ratusan demonstan turun ke jalan menuntut agar kekerasan oleh polisi segera dihentikan usai Agatha Felix (8) tertembus peluru nyasar di salah satu favela (daerah kumuh) di kota tersebut.

Agatha tengah bepergian dengan neneknya dengan menaiki minibus umum ketika sebuah peluru nyasar menembus badannya dari belakang. Ia pun kemudian dilarikan ke rumah sakit dan meninggal disana.

Kepolisian mengklaim Agatha terbunuh dalam baku tembak antara polisi dan kriminal, namun warga distrik Complexo do Alemao mengatakan bahwa saat itu petugas lah yang tengah menembaki dua pengendara motor yang diduga sebagai anggota geng.

"Tidak ada baku tembak. Kami tahu kekejaman yang terjadi di sini," kata Renata Trajana, warga Complexo do Alemao, dikutip dari Aljazeera.

Kakek Agatha juga menentang cerita versi polisi tersebut. Hal ini dungkapkannya saat memberikan pernyataan di luar rumah sakit tempat cucunya meninggal.

"Konfrontasi apa? Konfrontasi dengan siapa? Apakah cucu perempuan saya bersenjata sehingga dia bisa tertembak?" kata kakek Agatha, Ailton Felix.

Agatha adalah anak kelima yang terbunuh di favela Rio tahun ini sebagai akibat kekerasan yang dituduhkan kepada polisi. Sebuah rekor 1.249 orang tewas selama operasi polisi dalam delapan bulan pertama di tahun 2019.

Sementara itu, Gubernur Wilson Witzel telah dituduh memimpin "kebijakan pemusnahan" di kota itu. Anggota koalisi presiden sayap kanan Brazil, Jair Bolsonaro yang tepilih tahun lalu itu sebelumnya telah berjanji akan "membantai" para penjahat.

Disaat ratusan orang berdemonstrasi di favela tempat Agatha terbunuh, tagar #aculpaedowitzel (#inisalahwitzel) menjadi trending di jagat maya Brazil.

"Dia bertanggung jawab atas pembunuhan itu," kata politisi sayap kiri, Guilherme Boulos melalui akun twitternya. Boulos merupakan seorang kandidat yang kalah dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Luciano Bandeira, presiden Asosiasi Pengacara Brazil, mengatakan kepada surat kabar O Globo: "Ini adalah kematian seorang anak, yang satu-satunya dosa dalam hidupnya adalah menjadi miskin. Mengapa kebijakan keamanan negara bagian merupakan kebijakan pemusnahan?"

Dia memperingatkan, lebih banyak anak-anak dan orang yang tidak bersalah yang akan mati kecuali pemerintah meninggalkan strategi "tembak mati" yang digunakan pasukan keamanannya.

Kepolisian mengatakan mereka tidak akan mengubah kebijakan itu. Mereka bersikeras telah membantu mengurangi tingkat pembunuhan di Brazil setelah kejahatan pembunuhan mencapai rekor tertinggi di Brazil pada 2017.

"Kami tidak akan mundur. Pemerintah negara bagian berada di jalur yang benar," kata juru bicara polisi militer Mauro Fliess kepada Globo TV.

Tetapi Pedro Strozenberg, ombudsman dari Kantor Pembela Umum Rio, mengatakan kebijakan itu bertentangan dengan hak untuk hidup dan tidak membuat publik lebih aman.

"Rasa tidak aman tetap ada. Dalam kasus daerah kumuh, itu lebih buruk," tambahnya.

Sumber: Aljazeera
Penulis: Qoidul Mujahidin
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Sumber: https://www.kiblat.net/2019/09/23/gadis-delapan-tahun-tewas-ditembak-peluru-nyasar-polisi-ratusan-warga-turun-ke-jalan/


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
KODE DFP 2
KODE DFP 2