Berita Seputar Teknologi, Kesehatan dan Olah Raga

Pages

Pemisahan Hubungan Cina-AS Berpotensi Timbulkan Kekacauan

Pertimbangan decoupling tidak sesuai dengan kepentingan komunitas internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Cina memperingatkan potensi ketidakstabilan di pasar internasional akibat 'pemisahan' hubungan atau decoupling Amerika Serikat (AS) dengan Cina. Peringatan ini disampaikan setelah salah seorang sumber dari pemerintahan Trump mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan penghapusan perusahaan Cina dari bursa saham AS.

Tiga sumber menyebutkan, Jumat (27/9), pertimbangan tersebut seiring dengan eskalasi radikal dari ketegangan perdagangan dua negara terbesar dunia. Dua sumber di antaranya mengatakan, ini akan menjadi bagian dari upaya pembatasan investasi AS di perusahaan-perusahaan Cina. Sedangkan, salah seorang sumber lainnya menilainya sebagai bentuk kekhawatiran pemerintahan Trump terhadap pertumbuhan kegiatan perusahaan Cina.

Tapi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, mengatakan, pihaknya telah mengonfirmasi kepada Departemen Keuangan AS bahwa rencana tersebut tidak akan terjadi saat ini. Geng menjelaskan, kerja sama kedua negara dalam bidang perdagangan dan keuangan selama ini dalam kondisi saling menguntungkan. Memberikan tekanan, bahkan mencari potensi decoupling, akan merusak kepentingan perusahaan serta masyarakat Cina maupun AS. 

“Menciptakan kekacauan di pasar keuangan dan membahayakan perdagangan global serta pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Menurut Geng, pertimbangan decoupling tidak sesuai dengan kepentingan komunitas internasional. Ia berharap, AS akan bekerja sama dengan Cina untuk terus memperdalam kerjasama ekonomi dan keuangan. Selain itu, AS bakal mengambil sikap konstruktif menuju penyelesaian perdagangan.

Saham-saham di Cina daratan jatuh ke level terendah dalam hampir sebulan terakhir. Penyebabnya, informasi bahwa AS mungkin akan membatasi akses perusahaan Cina ke pasar modal AS, memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi perang dagang.

AS dan Cina telah 'terkunci' dalam perang dagang yang terus memanas selama lebih dari setahun. Kedua negara memungut bea masuk atas barang-barang satu sama lain senilai ratusan miliar dolar AS. Dampaknya, pasar keuangan terguncang dan mengancam pertumbuhan global.

Pada Juni, anggota parlemen AS dari kedua belah pihak memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) untuk memaksa perusahaan Cina yang terdaftar di bursa saham AS tunduk kepada peraturan pengawasan. Termasuk, menyediakan akses ke audit dan menghadapi potensi delisting.

Cina dan AS akan memulai lagi pembicaraan tingkat tinggi pada pekan depan di Washington. Pembicaraan seputar dampak perang dagang yang semakin terasa 'pahit'. Wakil Menteri Perdagangan Cina Wang Shouwen mengatakan, pihaknya berharap Beijing dan Washington akan segera menyelesaikan sengketa dagang. “Dengan sikap tenang dan rasional”, ujarnya, Ahad (29/9).

Sumber: https://republika.co.id/berita/pyn7qc370/pemisahan-hubungan-cinaas-berpotensi-timbulkan-kekacauan


close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
KODE DFP 2
KODE DFP 2