loading…
Jika melihat kondisi terakhir, Milan bisa dikatakan kurang beruntung selama berhadapan melawan tim sekota mereka. Dalam lima pertemuan terakhir, I Rossoneri tercatat hanya menang sekali, seri sekali, dan tiga kali menelan kekalahan.
Tidak hanya unggul dalam rekor pertemuan saja. Inter dalam dua musim terakhir selalu menempatkan posisinya di atas Milan pada klasemen akhir Serie A. Begitu pula yang terjadi di musim ini. Inter masih belum bergerak dari posisi teratas Liga Italia dengan raihan sempurna 9 poin dari tiga pertandingan yang telah dijalani.
Baca Juga:
Sementara Milan baru mengumpulkan 6 angka dan menempatkannya di posisi ketujuh. Dengan kata lain, penggemar dua kesebelasan bakal dihantui kegelisahan selama 90 menit pertandingan berlangsung.
Jelang laga Derby della Madonnina, legenda sepak bola Inter, Alessandro Altobelli mencoba mengenang pertandingan yang selalu berlangsung dengan tensi panas tersebut. Satu hal yang menjadi sorotan di laga derby ini bukan siapa yang mencetak gol melainkan pemenang.
“Jika Anda mencetak gol tetapi kalah, gol itu tidak berarti apa-apa karena di Milan semua yang dilihat adalah para pemenang. Jika Anda mencetak gol dan Inter menang, Anda dianggap dewa,” kata Altobelli dikutip dari Gazzetta dello Sport, Sabtu (21/9/2019).
Altobelli, yang menghabiskan 11 tahun bersama Inter merupakan salah satu dari 10 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub.
Altobelli, yang pernah menghabiskan 11 tahun kariernya bersama Inter ikut mengomentari kedatangan Romelu Lukaku. Pria yang terdaftar sebagai 10 pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub mengatakan Lukaku merupakan pemain yang bisa membuat permainan Inter berbeda.
“Lukaku? Dia adalah pria yang diinginkan Antonio Conte. Bahkan ketika dia tidak mencetak gol dalam pertandingan, pekerjaannya untuk tim sangat berguna,” pungkas Altobelli.
(bbk)
Sumber: https://sports.sindonews.com/read/1441923/11/penggemar-butuh-pemenang-bukan-siapa-pencetak-gol-1569078230
