KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) meningkatkan aktivitas militer setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi damai, pekan kedua bulan ini. Sedikitnya tiga serangan mematikan terhadap pasukan keamanan dan simbol pemerintah boneka diluncurkan dalam beberapa hari terakhir.
Dua serangan terjadi dalam sehari (Selasa, 17/09/2019) di provinsi berbeda. Serangan pertama menargetkan perkumpulan perwira dan tentara di depan kantor Seksi Identifikasi Departemen Pertahanan di ibukota Kabul. Beberapa jam kemudian, bom meledak di kampanye pemenangan calon presiden petahana Ashraf Ghani di provinsi Barwan. Puluhan tewas dalam dua serangan itu.
Pada Rabu (18/09/2019), para pejuang Taliban menyerbu sebuah gedung pemerintah boneka di Provinsi Nanghar. Serangan itu dilakukan oleh tiga pejuang yang berhasil masuk ke gedung dengan pengamanan ketat itu sehingga terjadi baku tembak sengit di dalam gedung meskipun akhirnya tiga pejuang itu terbunuh.
Taliban juga meluncurkan serangkaian serangan menargetkan pasukan asing. Baik dengan roket maupun bom pinggir jalan atau penyerangan.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, beberapa hari lalu menegaskan kepada AFP bahwa gerakannya hanya memiliki dua cara dalam melawan penjajahan di Afghanistan. Tidak ada cara ketiga.
"Kami hanya memiliki dua cara untuk mengakhiri penjajahan di Afghanistan. Pertama, dengan jihad dan perang, dan kedua dengan dialog dan negosiasi," kata Mujahid.
"Jika Trump ingin menghentikan negosiasi, maka kami akan menempuh cara pertama. Dan mereka akan segera menyesal," lanjut Mujahid mengancam.
Trump membatalkan negosiasi pada 10 September lalu di saat delegasi AS dan Taliban hendak menyimpulkan negosiasi panjang untuk ditandatangani. Saat itu, delegasi Taliban akan bertemu langsung dengan Trump di Kamp David di Afghanistan.
Presiden AS itu beralasan, pembatalan ini karena tewasnya tentara AS dalam serangan di Kabul di detik-detik akhir negosiasi. Di sisi lain, Taliban membenarkan serangan itu karena memang belum ada kesepakatan gencatan senjata. AS dan pasukan pemerintah juga terus melanjutkan operasi militernya di berbagai wilayah meskipun negosiasi berlangsung.
Sumber: AFP
Redaktur: Suhli El-Izzi
Sumber: https://www.kiblat.net/2019/09/19/taliban-kami-hanya-punya-dua-cara-lawan-penjajah-jihad-dan-dialog/
