loading…
"Namun terbanyak dari Desa Kedawang Kecamatan Nguling jumlahnya mencapai 155 orang. Bahkan dilaporkan dua orang diantaranya tewas dan beberapa orang lainnya terluka," kata Bunardi, Selasa (1/10/2019).
Camat Nguling menerangkan, pekerjaan mereka rata-rata membuka usaha toko klontongan kecil-kecilan dan tukang ojek.
Baca Juga:
"Terhitung sudah bertahun-tahun merantau ada yang 5- 10 tahun serta 15 tahun bersama dengan keluarga. Bahkan bagi warga yang di tinggal Wamena dengan masa tinggal belasan tahun banyak yang sudah membangun rumah di kampung halamnnya di wilayah pesisir pantai laut utara dengan nilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Namun sebaliknya bila tinggalnya 5 tahun hasilnya cukup dibelikan aset tanah dan sawah demi masa tua," katanya.
Menurut dia, dari 187 orang dua diantaranya sudah pulang di kampung halamannya di Desa Kedawang, Kecamatan Nguling untuk sisanya masih tertahan di pengungsian salah satu markas TNI di Jayapura.
"Dari hasil pendataan, dua warga tewas di Wamena masing-masing bernama Untung Edy Cahyono (45) dan Syaiful Mukmin (47) warga Desa Kedawang Kecamatan Nguling. Sementara korban terluka masih menjalani perawatan di Papua," timpalnya.
(sms)
Sumber: https://daerah.sindonews.com/read/1444662/174/187-warga-nguling-pasuruan-masih-tertahan-di-wamena-papua-1569922611
