loading…
“Indonesia mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru,” kata Menlu Retno dalam pesan kunci pertama yang dia sampaikan.
KTM Darurat OKI membahas tragedi penembakan di dua masjid kota Christchurch serta upaya OKI menangkal ujaran kebencian terhadap umat Muslim.
Baca Juga:
Dalam pesan kedua, Menlu RI juga menegaskan kecaman terhadap pernyataan Senator Fraser Anning dari Australia. Pernyataan Senator Anning dinilai tidak bertanggung jawab, menyakitkan dan ofensif.
Dalam pesan kunci yang ketiga, Menlu menyampaikan bahwa sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, Indonesia—bersama Kuwait—telah menginisiasi press statement DK PBB yang berisi kecaman keras terhadap tragedi Christchurch yang merenggut puluhan korban jiwa, termasuk warga negara Indonesia (WNI).
Keempat, Menlu RI menyampaikan bahwa serangan di Christchurch mengingatkan semua pihak bahwa tidak ada negara yang imun terhadap terorisme. Serangan Christchurch juga merupakan testament masih kurangnya pemahaman publik bahwa Islam adalah agama yang damai. “Kita harus mencegah agar pemikiran ‘clash of civilizations’ tidak terjadi,” kata Menlu Retno, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com.
Kelima, Indonesia menyampaikan bahwa OKI harus memperkuat nilai-nilai toleransi. Perdamaian hanya dapat dibangun dengan fondasi toleransi yang kuat.
Keenam, OKI perlu memperkuat upaya mempromosikan interfaith dialogue. Ketujuh, mengingat banyak kepentingan ummah yang sedang hadapi tantangan, maka OKI harus bersatu dalam menangani tantangan Ummah, termasuk opresi yang terus terjadi terhadap bangsa Palestina.
Selain tujuh butir pesan tersebut, Menlu RI mengingatkan agar OKI dapat meningkatkan komitmen untuk menggunakan OIC Contact Group for Peace and Dialogue sebagai platform untuk menangani Islamfobia dan bentuk diskriminasi lain yang dihadapi ummah.
Sumber: https://international.sindonews.com/read/1389249/43/di-ktm-oki-menlu-ri-kecam-teror-christchurch-dan-senator-anning-1553273983
