![]()
Begjane ula daulu,
cangkem silite anyaplok.
(Keuntungan ular daulu,
mulut dan duburnya bisa mencaplok).
Dalam keadaan yang demikian yang beruntung adalah ular kepala dua.
Kepala itu tidak bercabang dua, tetapi satu didepan dan satu di belakang, di tempat yang seharusnya tumbuh ekor.
Ular kepala dua ini bisa mencaplok dari dua sisi, depan dan belakang. Tempat yang seharusnya dipakai untuk membuang kotoran pun (dubur) dipakai untuk mencaplok. Luar biasa bejatnya ular ini. Walau bagaimanapun kebinasaannya tinggal menunggu waktu, karena ia menyimpan kotoran yang menumpuk di perutnya.
Tentu kita mafhum bahwa yang dimaksud ula daulu adalah orang-orang munafik yang menjual perkara ke sana dan ke sini. Minta bayaran pihak sana dan pihak sini. Mencaplok baik musuh maupun teman. Hiii,…bener-bener ngeri!
Sekadar ilustrasi/ foto fb suarasosmed
***
Orang yang Bodoh dan Tidak Amanah Mendapat Posisi Terhormat
![]()
nasional.harianterbit.com
"Di antara tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka 'bin Luka' (orang yang bodoh dan hina)[1]. Maka orang yang paling baik ketika itu adalah orang yang beriman yang diapit oleh 2 orang mulia " H.R. Thabrani.
Mari lihat di sekitar kita saat ini. Banyaknya koruptor dan orang-orang bodoh yang menduduki kursi penting di dalam negara ini adalah bibit dari parahnya kondisi krisis kepimimpinan di akhir zaman. Di dalam hadits yang lainnya, disebutkan bahwa kondisi pemimpin menggambarkan kondisi rakyat yang dipimpinnya tersebut. Itu artinya, masyarakat ketika itu pun sudah tidak lagi peduli bagaimana pun pemimpinnya.
Kondisi ini juga sudah mulai terlihat di sebagian masyarakat kita. Mereka tidak lagi peduli siapa saja yang memimpinnya di DPR ataupun Presiden. Asalkan mereka diberikan "uang saku" ketika masa pemilu, maka yang memberi paling besar itulah yang akan dipilih.
Maka, jangan heran bahwa kondisi masyarakat dan pemimpin di akhir zaman nanti akan sangatlah parah, bahkan lebih parah daripada kondisi kita yang sudah parah ini. Barangkali, ini merupakan salah satu diantara tanda-tanda menjelang hari kiamat yang sangat mengerikan itu.
_________
Nota Kaki
[1]. Luka' menurut bangsa Arab ialah budak, kemudian kata ini digunakan untuk menunjukkan kebodohan dan kehinaan, yaitu orang yang hina dan tercela. Kadang-kadang kata Luka' ini digunakan untuk anak kecil. Jika kata Luka' ini digunakan untuk orang dewasa maka yang dimaksud ialah orang yang kecil ilmu dan akalnya. (lihat An-Nihayah Fii Gharibil Hadits 4 : 268]. (Sumber: Al-Manhaj)
https://www.nahimunkar.org/tanda-kiamat-yang-dijelaskan-melalui-14-hadits-shohih/
***
Hampir-hampir tak ada seorangpun yang melaksanakan amanat
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
"Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, 'Siapa itu Ruwaibidhah?' Beliau menjawab, 'Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat)." (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta'liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)
Dan dalam hadits Jibril yang panjang, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan tentang dekatnya kiamat yang ditandai dengan banyaknya pemimpin yang hina,
وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا كَانَتْ الْعُرَاةُ الْحُفَاةُ رُءُوسَ النَّاسِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا
"Tetapi akau akan sampaikan kepadamu tentang tanda-tandanya, yaitu apabila budak wanita melahirkan tuannya, maka itu bagian dari tanda-tandanya. Dan apabila orang-orang yang tidak berpakaian dan tidak beralas kaki menjadi pemimpin manusia, maka itu bagian dari tanda-tandanya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكُونَ أَسْعَدَ النَّاسِ بِالدُّنْيَا لُكَعُ بْنُ لُكَعٍ
"Hari kiamat tidak terjadi hingga manusia yang paling bahagia dia dunia ialah Luka' bin Luka'." (al-Tirmidzi dan Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah, no. 2365 dan Shahih al-Jami', no. 7431)
Dalam Shahih Ibnu Hibban, dari Anas bin Malik, "Dunia tidak akan habis hingga ada pada Luka' bin Luka'."
Dan dalam riwayat Thabrani, dari hadits Abu Dzar, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْلِبَ عَلَى الدُّنيا لُكَعُ بْنُ لُكَعٍ
"Hari kiamat tidak akan terjadi hingga yang berkuasa di dunia ialah Luka' bin Luka'."
Luka' menurut bangsa Arab artinya budak. Ada juga yang mengartikan kotoran. Kemudian kata ini digunakan untuk menunjukkan kebodohan dan kehinaan orang jahil dan tercela. Kadang-kadang kata Luka' juga digunakan untuk anak kecil. Dan jika digunakan untuk orang dewasa, maka yang dimaksud adalah orang yang kecil ilmu dan akalnya. (Lihat: Nihayah fi Gharib al-Hadits, Ibnu Atsir: 4/268)
Menurut Syaikh Yusuf al-Wabil dalam Yaum al-Qiyamah, kondisi seperti yang disebutkan di atas sudah terjadi di zaman sekarang. Dan dalam realita sekarang kita saksikan banyak pemimpin-pemimpin yang gemar membangun pencitraan sehingga banyak rakyat yang tertipu dengannya dan memujinya, "Alangkah hebatnya!, alangkah baiknya!, alangkah amanahnya!, alangkah bagus akhlaknya!," dan pujian-pujian lainnya. Padahal pemimpin-pemimpin tersebut adalah makhluk yang sangat durhaka kepada Tuhannya, minim pemahaman agama dan penerapannya. Bahkan, ia sebenarnya orang yang sangat tidak amanah dan suka berdusta. Tidak memikirkan rakyat kecil dan tidak menunaikan hak-hak mereka. Malah sebaliknya, ia gemar menumpuk kekayaan dan membangun istananya. Dan dosanya diperparah dengan memusuhi kaum muslimin yang istiqamah memegang agamanya dan berusaha menghancurkan Islam sampai akar-akarnya.
Maka tepatlah hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim dalam shahih keduanya, dari Hudzaifah mengenai hadits diangkatnya amanat,
لَا يَكَادُ أَحَدٌ يُؤَدِّي الْأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ إِنَّ فِي بَنِي فُلَانٍ رَجُلًا أَمِينًا حَتَّى يُقَالَ لِلرَّجُلِ مَا أَجْلَدَهُ مَا أَظْرَفَهُ مَا أَعْقَلَهُ وَمَا فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْإِيمَانٍ
"Hampir-hampir tak ada seorangpun yang melaksanakan amanat sehingga dikatakan, 'sesungguhnya di tengah-tengah Bani fulan ada seorang laki-laki yang sangat amanat' sehingga dikatakan kepada seseorang, 'alangkah sabarnya, alangkah cermatnya, alangkah pandainya,' padahal di dalam hatinya tidak ada iman walaupun seberat biji sawi." Laa haula walaa quwwata Illaa billah. [Baca: Tahta dan Kuasa adalah Ujian dari Allah, Kamu Syukur atau Kufur?]
Sumber: voa-islam.com/Badrul Tamam/Rabu, 16 Dec 2015
https://www.nahimunkar.org/fenomena-akhir-zaman-banyak-pemimpin-pendusta-bejat-dan-hina/
(nahimunkar.org)
Sumber: https://www.nahimunkar.org/ular-yang-kepala-dan-duburnya-bisa-mencaplok-menengok-sekilas-sastra-jawa-lama-dan-rujukan-islam/
