loading…
Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan dia dan beberapa pemimpin Taliban awalnya dijadwalkan melakukan pertemuan di Camp David pada akhir pekan ini, untuk membahas kelanjutan proses perdamaian di Afghanistan. Trump juga mengakui akan bertemu Presiden Afghanistan, Asraf Ghani paska bertemu pemimpin Taliban di tempat yang sama.
“Tanpa diketahui oleh hampir semua orang, para pemimpin utama Taliban dan, secara terpisah, Presiden Afghanistan, akan secara diam-diam bertemu dengan saya di Camp David,” kicau Trump, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (8/9).
Baca Juga:
“Mereka datang ke AS malam ini. Sayangnya, untuk membangun daya tarik palsu, mereka mengaku melakukan serangan di Kabul yang menewaskan salah satu prajurit hebat kita, dan 11 orang lainnya,” sambungnya.
Trump menuturkan, setelah mendapatkan pengakuan tersebut, dia langsung membatalkan pertemuan dan membatalkan negosiasi damai. Dia mempertanyakan, orang macam apa yang akan membunuh begitu banyak orang untuk memperkuat posisi tawar mereka.
“Jika mereka tidak dapat menyetujui gencatan senjata selama pembicaraan damai yang sangat penting ini, dan bahkan akan membunuh 12 orang yang tidak bersalah, maka mereka mungkin tidak memiliki kekuatan untuk menegosiasikan perjanjian yang berarti. Berapa banyak dekade lagi yang mau mereka perjuangkan,” tukasnya.
(esn)
Sumber: https://international.sindonews.com/read/1437542/42/trump-akui-sempat-berencana-bertemu-pemimpin-taliban-1567912499
